Showing posts with label Buku Terjemahan. Show all posts
Showing posts with label Buku Terjemahan. Show all posts

Monday, 22 January 2018

Tikus dan Manusia (Of Mice and Men)-John Steinbeck

ID_GPU2017MTH01TDMMAM_CMulai dibaca: 2 Desember 2017
Selesai dibaca: 6 Desember 2017

Judul: Tikus dan Manusia (Of Mice and Men)
Penulis: John Steinbeck
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Ariyantri E. Tarman
Tahun terbit: Februari 2017
Tebal halaman: 144 halaman
Format buku: Paperback
ISBN: 978-602-033-781-4
Harga: Rp42.000 (Gramedia.com)

Rating: 4/5

Beberapa kilometer arah selatan dari Soledad, Sungai Salinas mengalir merapat ke tepian sungau di sisi bukit dan merembah dalam dan hijau. (hal. 7)

George dan Lennie merupakan sahabat karib. George bertubuh kurus dan selalu ada dan melindungi ketika Lennie terlibat dalam suatu masalah, sedangkan Lennie bertubuh tambun dan memiliki keterbelakangan mental dan ia sering tidak tahu bahwa apa yang ia lakukan bisa membuatnya tercebur dalam suatu masalah. Mereka berdua bekerja di sebuah peternakan di utara sebelum Lennie—untuk yang kesekian kalinya—membuat ulah yang membuatnya berada dalam masalah besar.

“Kalau memikirkan saat-saat menyenangkan yang bisa kudapatkan tanpa kau, aku jadi gila. Aku tidak pernah merasa damai.” (hal. 21)

George yang sebenarnya tidak memiliki urusan apapun dengan Lennie maupun masalahnya mau tidak mau ikut terlibat karena ia selalu berusaha melindungi Lennie yang malang. Kali ini masalahnya adalah Lennie yang dituduh berbuat cabul pada putri pemilik peternakan. Lennie yang malang, ia hanya ingin menyentuh rok indah yang dikenakan oleh si gadis tersebut, tapi ia malah dituduh hendak melakukan perbuatan cabul. George dan Lennie tidak punya pilihan lain selain kabur dari orang-orang yang marah yang mengejar-ngejar mereka. Mereka pun terpaksa mencari pekerjaan di peternakan lain di Weed. George berharap bahwa ia maupun Lennie takkan terlibat dalam suatu masalah besar yang membuat mereka dikejar-kejar pemilik peternakan sehingga mereka harus mencari tempat kerja yang baru lagi, kali ini sebisa mungkin mereka harus bisa bekerja lebih lama di peternakan baru, sebisa mungkin mereka harus menjauhkan diri dari masalah. Ada cita-cita yang harus mereka wujudkan.

“Aku tidak mau saus tomat. Aku tidak akan makan saus tomat biarpun ada di sini di sebelahku.”
“Kalau ada saus tomat di sini, kau bisa makan sedikit.”
“Tapi aku tidak akan makan sedikit pun, George. Aku akan sisakan semua buatmu. Kau bisa taruh saus tomat banyak-banyak di kacangmu dan aku tidak akan sentuh itu sama sekali.”
(hal. 21)

IMG_20180120_121443 copy

Saturday, 29 July 2017

Cinder-Marissa Meyer

14332181Cinder oleh Marissa Meyer

Mulai dibaca: 18 Mei 2017
Selesai dibaca: 28 Mei 2017

Judul: Cinder
Penulis: Marissa Meyer
Penerbit: Spring
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Tahun terbit: Januari 2016 (cetakan pertama)
Tebal buku:384 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-715-054-6
Harga: Rp. 79.000 (Penerbit Spring)

Rating: 2/5

Sekrup yang terpasang di pergelangan kaki Cinder telah berkarat. Tanda silang yang terukir di sekrup itu sudah aus, meninggalkan sebuah lingkaran yang cacat. (hal. 7)

Bumi terserang wabah aneh. Wabah demam biru yang menjangkiti umat manusia sangat mudah menyebar dan pengidapnya dapat menemui ajal dalam jangka waktu yang sangat cepat. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit itu. Penyakit tersebut bahkan telah merenggut nyawa Kaisar New Beijing, membuat Pangeran Kai naik takhta lebih cepat. Wabah yang telah meluas tersebut rupanya dimanfaatkan oleh penduduk Bulan untuk segera menguasai bumi. Pernikahan Ratu Bulan dan Pangeran Kai sudah diatur jauh sebelumnya, tapi sebenarnya hal tersebut hanyalah akal-akalan Ratu untuk menguasai bumi. Ditambah dengan wabah yang merebak, semakin memuluskan tujuan utama Ratu Bulan yang sudah kebal terhadap penyakit tersebut. Sementara itu, Cinder, gadis cyborg yang bekerja sebagai mekanik juga menyaksikan sendiri akibat dari wabah demam biru yang diidap oleh adik tirinya.

Cinder menggigil. Dia mengusap-usap lengannya, memeriksa apakah ada titik noda. Dia tidak melihat satu pun, tapi dia menatap sarung tangan kanannya dengan curiga, tidak ingin melepasnya, tidak ingin memeriksa. (hal. 55)

Dan karena Cinder yang saat itu merupakan yang pertama mengetahui bahwa adiknya tertular, dicurigai bahwa ia yang telah menyebarkan wabah tersebut. Kecurigaan tersebut akhirnya menghilang karena Cinder telah terbukti tidak mengidap penyakit tersebut, malahan ia dapat dikatakan kebal terhadap wabah demam biru. Fenomena aneh yang terdapat dalam diri Cinder dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan suatu ramuan yang dapat mengobati bahkan mencegah demam biru yang menjangkiti penduduk di bumi. Tapi, mengapa hanya Cinder saja yang kebal terhadap wabah tersebut? Mungkinkah Cinder sebenarnya merupakan salah satu penduduk bulan yang kebal terhadap penyakit tersebut? Dan siapa yang menyangka bahwa Cinder dapat memperkeruh perseteruan antara Penduduk Bumi dengan Penduduk Bulan.

Cinder mengerutkan kening, mengabaikannya. Gadis itu sedang berpikir tentang Ratu di balkon, bagaimana optobioniknya telah memperingatkannya tentang sebuah kebohongan, bahkan ketika tidak ada yang mengatakan sesuatu. Entah bagaimana, otaknya mampu membedakan antara realitas dan ilusi, bahkan ketika matanya tidak bisa. (hal.236)

DSC_0029-blog


Saturday, 20 May 2017

Girls in the Dark-Akiyoshi Rikako

web cover gitd_29d08c0a35dd06dcede7fa50fe1cefd1Girls in the Dark oleh Akiyoshi Rikako

Mulai dibaca: 17 Mei 2017
Selesai dibaca: 18 Mei 2017

Judul buku: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Nona Aubree
Tahun terbit: Juli 2016 (Cetakan kedelapan)
Tebal buku: 282 halaman
Format: Paperback
ISBN:978-602-774-231-4
Harga:Rp.56.000

Rating: 4/5

Saudari sekalian, terima kasih sudah bersedia datang malam ini meskipun badai sedang menerjang.
Pertemuan ini adalah pertemuan rutin Klub Sastra semester pertama yang terakhir. Izinkan saya, Sumikawa Sayuri, selaku Ketua Klub Sastra memberikan salam pembuka.
(hal. 6)

Seorang gadis ditemukan tewas sambil menggenggam bunga lily, seakan berusaha menyampaikan sebuah pesan saat meregang nyawa. Gadis tersebut adalah Shiraishi Itsumi, putri dari pengelola tempat ia bersekolah dan merupakan Ketua Klub Sastra. Ayah Itsumi terkenal karena mengelola berbagai macam fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, mall, juga sekolah, maka tak mengherankan jika Itsumi juga populer di sekolah, apalagi Itsumi merupakan gadis yang memiliki paras cantik. Perjuangannya mendirikan Klub Sastra juga tak lepas dari bantuan ayahnya, sebenarnya klub tersebut sudah ada dari dulu tapi lama-kelamaan ditutup karena anggotanya semakin berkurang. Bersama dengan sahabatnya, Sayuri, Itsumi membangun kembali Klub Sastra dengan tempat berkumpulnya adalah di sebuah biara yang disulap sehingga menjadi tempat dengan nuansa gothic yang mewah. Yang membuat klub tersebut terlihat seperti klub eksekutif adalah anggotanya yang tidak dapat sembarangan mendaftar, anggota-anggota Klub Sastra adalah orang-orang yang diundang secara langsung oleh Ketua Klub, Shiraishi Itsumi sendiri.

Kini, setelah Itsumi ditemukan tewas, anggota-anggota Klub Sastra berkumpul kembali dalam pertemuan rutin yang bertemakan yami-nabe di mana masing-masing anggota mengumpulkan sebuah bahan untuk dimakan dalam kegelapan, tanpa ada anggota lainnya yang tahu bahan apakah yang dibawa oleh anggota yang lainnya. Dalam pertemuan tersebut, para anggota juga diwajibkan untuk membuat naskah dan membacakannya di depan anggota lainnya. Naskah-naskah tersebut tentu saja tidak jauh-jauh dengan peristiwa yang menimpa Klub Sastra tersebut. Untuk mengenang kematian ketua mereka, satu persatu anggota Klub Sastra membacakan naskah masing-masing, yang ternyata juga merupakan analisa tiap anggota mengenai kematian Itsumi. Bunuh diri kah? Dibunuh kah? Naskah dibacakan dalam salon Klub Sastra saat badai mulai menerjang.

Iya. Cerita pendek.
Meskipun dibilang
yami-nabe, tapi acara ini adalah acara Klub Sastra kita yang paling penting. Setiap tahun, masing-masing anggota harus menulis sebuah cerita pendek. Kemudian, sambil menikmati yami-nabe, kita akan mendengar anggota itu membacahkan naskahnya. (hal. 15)

DSC_0030-blog

Friday, 19 May 2017

P.S. I Still Love You-Jenny Han

book-2015-09-09-cover-psis-tumbP.S. I Still Love You oleh Jenny Han

Mulai dibaca: 12 Mei 2017
Selesai dibaca: 13 Mei 2017

Judul: P.S. I Still Love You
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Spring
Penerjemah: Airien Kusumawardhani
Penyunting: Selsa Chintya
Tahun terbit: September 2015 (Cetakan pertama)
Tebal buku: 350 halaman
Format:
Paperback
ISBN: 978-602-715-053-9
Harga: Rp.77.000

Rating: 4/5

Dear Peter,
Aku kangen. Baru lima hari, tapi aku kangen padamu sepertisudahlima tahun berlalu. Mungkin karena aku tidak tahu apakah ini adalah akhirnya, apa kau dan aku tidak akan pernah saling bicara lagi.
(hal. 5)

Hubungan Lara Jean dengan Peter semakin erat. Awalnya mereka hanya bersandiwara, tapi tanpa disangka oleh keduanya mereka ternyata semakin saling menyukai satu sama lain. Dan sekarang ketika mereka benar-benar telah resmi berpacaran, ada saja orang yang mencari gara-gara.

Di bagian teratas timeline Anonybitch, ada video seorang cowok dan seorang cewek sedang berciuman di pemandian air panas. Anonybitch sangat terkenal dengan video-video pemandian air panasnya. (hal. 51)

Di media sosial tersebar video ketika Lara Jean dan Peter sedang berduaan di pemandian air panas saat liburan sekolah, membuat Lara Jean tampak seperti cewek nakal murahan lainnya.

Cewek itu aku. Aku dan Peter, di pemandian air panas waktu karyawisata sekolah ke tempat ski. (hal. 52)

Lara Jean mengira bahwa Genevieve, mantan pacar Peter, lah yang menyebarkan video tersebut. Bagaimana pun juga Gen masih berusaha mendapatkan Peter kembali. Dan Peter sepertinya tidak bisa melepaskan Gen begitu saja, sepertinya ada suatu hal yang membuat Peter selalu ada untuk Gen.

Walaupun begitu Peter menunjukkan bahwa ia sangat menyukai Lara Jean, dan ia adalah cewek nomor satu bagi Peter.

[Jangan menangis, Lara Jean. Kumohon jangan menangis. Aku janji aku akan mengurus semuanya. Aku akan menemukan siapa pun yang mengelola Anonybitch untuk menghapus video itu.] (hal. 60)

Lara Jean juga sangat menyukai Peter, ia bahkan tidak mengira bahwa ia benar-benar menyukai Peter, dan ia tidak mau kehilangan Peter, apalagi karena Gen. Dan saat hubungan keduanya menjadi semakin dekat dan manis, tiba-tiba saja Lara Jean mendapatkan sebuah surat. Dulu ia menulis surat untuk cowok-cowok yang ia sukai, dan surat tersebut ia simpan di sebuah kotak, namun entah bagaimana surat tersebut terkirim ke cowok-cowok tersebut. Dan sekarang Lara Jean mendapatkan balasan dari salah satu surat tersebut dari John Ambrose McClaren.

Kurasa yang membuatku penasaran adalah kenapa, setelah sekian lama, kau memutuskan untuk mengirim surat itu padaku. Jadi kalau kau mau meneleponku, atau mengirim E-mail, atau menulis surat padaku, silakan saja.
Salam, John
(hal. 169)

Lara Jean tak menyangkan akan mendapatkan surat balasan yang menyenangkan, terlebih saat hubungannya dengan Peter juga menjadi semakin dekat.

Aku yakin John tdak mengingatnya seperti itu. Aku ragu dia ingat sedikit pun. Menerima surat ini darinya, setelah sekian lama, rasanya seolah John bangkit dari kematian. (hal. 169)

DSC_0103-ed

Alasan utama mengapa saya tidak langsung melanjutkan membaca buku ini segera setelah saya menyelesaikan buku pertamanya adalah, saya punya sedikit keyakinan bahwa cerita di buku ini juga nggak akan kalah menyenangkannya seperti buku sebelumnya, dan saya yakin kalau buku ini pun juga pasti akan membuat saya jatuh hati seperti saya jatuh hati pada buku sebelumnya, setelah buku ini sebenarnya akan ada buku lanjutan lagi dan sampai sekarang masih proses penerjemahan dan saya nggak tahu sampai kapan saya harus menunggu untuk bisa membaca buku ketiga tersebut. Berhubung versi aslinya lumayan menguras kantong, jadi saya rasa saya akan bersabar menunggu versi terjemahan aja. Nah, seumpama saya langsung meneruskan membaca buku ini begitu saya selesai membaca buku sebelumnya, bisa-bisa saya dibikin nggak sabar banget akibat harus menanti buku ketiganya, jadi saya sedikit menunda membaca buku ini berharap buku ketiganya terbit nggak terlalu lama setelah saya menyelesaikan buku ini. Aamiin.

Rasanya kehidupan Lara Jean nggak bisa lepas dari keterlibatan dua orang cowok. Kalau di buku sebelumnya cowok-cowok yang terlibat dalam cerita Lara Jean adalah Peter dan Josh, di buku kedua ini cowok yang terlibat adalah Peter dan John Ambrose McClaren. John sebenarnya juga merupakan teman Peter saat masih SMP, dan berbeda dengan Peter yang menampakkan imej sebagai cowok keren dan sedikit tengil, John merupakan cowok dengan karakter yang memiliki jiwa kepemimpinan dan senang berorganisasi. Berbeda dengan Peter yang narsis dan sangat menyukai popularitasnya, menurut saya John memiliki karakter yang sedikit pemalu dan kurang percaya diri. Kurang PD di sini artinya John kurang memercayai dirinya sendiri bahwa ia sebenarnya merupakan cowok yang tampan dan di luar sana ada beberapa cewek yang menyukainya.

Asal tahu saja, satu-satunya alasan cewek-cewek memperhatikanku adalah karena aku sahabat Peter. Itulah kenapa Sabrina Fox mengajakku untuk jadi teman kencannya ke acara dansa kelas 8! Dia bahkan berusaha duduk di samping Peter di restoran Red Lobster sebelum kami pergi ke sana. (hal. 188)

Menurut saya, karakter John ini unik, ia memiliki jiwa berorganisasi yang cukup kuat sehingga mampu mengantarkannya menjadi perwakilan PBB atau semacamnya tapi ia nggak percaya bahwa Lara Jean menyukainya.

Oke, di buku ini menurut saya Lara Jean sudah berkembang menjadi cewek yang sedikit berbeda dari buku sebelumnya. Kalau di buku sebelumnya tidak dijelaskan secara terperinci mengenai kehidupan pergaulannya, jadi saya cenderung menilai Lara Jean sebagai gadis yang cenderung introvert dan tidak terlalu senang bersosialisasi, di buku ini Lara Jean benar-benar berkembang menjadi gadis yang siap menghadapi dunia.

“Kelas membuat scrapbook.” Aku berimprovisasi. “Mereka punya banyak sekali foto, benda kenang-kenangan, dan berbagai benda koleksi. Kurasa ide yang bagus untuk mengumpulkan semuanya dalam satu buku supaya tidak ada yang hilang.” Tiba-tiba otakku melaju kencang. “Dan mungkin kami bisa mengadakan pameran kecil untuk memamerkan semua scrapbook. Orang bisa melihat-lihat semua buku itu dan mengetahui kisah kehidupan mereka. Aku bisa membuat kue bantal keju, lalu ada anggur putih...” (hal. 80)

Menurut saya, sih, tampaknya seperti itu. Saya rasa, Peter dan keluarganya ikut berperan penting terhadap perkembangan Lara Jean yang baik tersebut. Di sini saya melihat Lara Jean sebagai gadis yang mulai mencari pengalaman untuk perkembangan karirnya, menjadi gadis yang lebih pemberani, pokoknya di buku ini karakter Lara Jean terlihat sebagai gadis yang kuat. Dan, saya suka itu.

Dan saya rasa perubahan yang ada pada Lara Jean nggak lepas dari keterlibatan Peter Kavinsky. Ya ampun, di buku pertama Peter udah bikin saya gemes banget, dan di buku ini rasanya Peter jadi semakin menggemaskan!

Aku bergerak untuk memukul kepala Peter, tapi dia meraih pinggangku, kemudaian menarik dan memelukku. Dia membenamkan kepalanya di perutku seperti anak kecil. Suaranya tidak jelas saat mengatakan, “Maaf, semua ini terjadi karena aku.” (hal. 92)

Yang bikin ia menggemaskan menurut saya karena sisi romantisnya yang selalu ia tunjukkan saat berkomunikasi dengan Lara Jean. Dan melalui Peter yang ada di buku ini saya jadi seperti diperkenalkan dengan berbagai macam atau berbagai bentuk dari sifat romantis. Dan mungkin karena ia merupakan cowok yang humoris, makanya saya gemes banget sama Peter yang ada di buku ini. Di buku ini Peter seakan benar-benar jatuh hati sama Lara Jean, ia mengalami banyak gangguan tentunya, tapi saya seneng banget deh waktu membaca bahwa Peter memang memperlakukan Lara Jean seperti cewek nomer satunya.

“Katakan apa permohonanmu,” desak Peter. “Mintalah apa saja, dan aku akan mengabulkannya untukmu, Lara Jean. Kau hanya harusmemintanya.” (hal. 340)

Konflik utama dalam buku ini dan merupakan penyebab Lara Jean memiliki sedikit perasaan tidak aman mengenai hubungannya dengan Peter adalah Genevieve, mantan pacar Peter. Gen digambarkan sebagai cewek populer yang cantik yang selalu berusaha mendapatkan apa yang ia inginkan. Ketika Peter dan Lara Jean mulai terlihat bersama-sama, Gen dengan jelas berusaha mendapatkan Peter kembali dengan banyak cara termasuk membuat dirinya seolah-olah berada dalam masalah yang serius, dan orang yang paling mengerti hanya Peter. Dan anehnya, Peter pun selalu mengiyakan Gen ketika Gen memintanya untuk datang. Di buku ini Gen benar-benar digambarkan sebagai cewek yang nyebelin banget! Sebenarnya kalau dipiki-pikir, Lara Jean terlalu sering memikirkan Gen, ia terlalu mencemaskan Gen, ia terlalu takut kalau Peter akan kembali kepada Gen, sehingga menurut saya Lara Jean lebih fokus kepada Gen daripada ke hubungannya dengan Peter sendiri.

Tapi di buku ini nggak hanya menceritakan tentang kisah cinta Lara Jean dan Peter, ya, ada hal menarik lainnya juga dalam hidup Lara Jean. Seperti kehidupannya dengan ayah dan adiknya yang rasanya semakin mengerti satu sama lain. Hubungan kekeluargaan yang ada di buku ini lumayan membuat saya sedikit cemburu, yah, karena akhirnya Kitty, adik Lara Jean, yang akhirnya lebih bisa diajak bekerja sama dengan Lara Jean. Overall, buku ini memang romantis dan manis banget.

Peter menjawab dengan sengit, “Memangnya kenapa kalau kita melakukannya lagi? Kalau kita terlalu berhati-hati, hubungan kita tidak akan beerarti apa-apa. Ayo kita pacaran sungguhan, Lara Jean. Ayo kita curahkan segalanya. Tidak ada lagi kontrak. Tidak ada lagi jaring pengaman. Kau boleh menyakiti hatiku. Lakukan apa saja yang kau mau dengan hatiku.” (hal. 349)

Seharusnya saya memberi nilai lebih tinggi untuk buku ini daripada nilai untuk buku sebelumnya, because I totally fall so hard for Peter Kavinsky. I’m definitely on Team Peter now, definitely. Dan lagi-lagi saya nggak menemukan kata-kata yang menurut saya nggak pas, jadi menurut saya terjemahannya baik, editorialnya juga baik banget, saya nggak menemukan adanya kesalahan tik atau apapun, ya. Dan yang saya senangi lagi, akhirnya penerbit menyusun buku dengan baik karena saya lihat ada perubahan yang lebih baik mengenai tulisan di buku dengan batas atas, bawah, dan samping, terlihat lebih rapi dan sesuai menurut saya.

Lalu kemudian aku berada dalam dekapannya. Kami berpelukan dan berciuman, dan kami berdua gemetar, karena kami berdua tahu—malam ini adalah saat hubungan kami jadi nyata. (hal. 350)

To All the Boys I’ve Loved Before-Jenny Han

book-2015-03-26-tatb-thumbTo All the Boys I’ve Loved Before oleh Jenny Han

Mulai dibaca: 09 Februari 2017
Selesai dibaca: 23 Februari 2017

Judul: To All the Boys I’ve Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Spring
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Tahun terbit: September 2015 (Cetakan kedua)
Tebal buku: 384 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-715-051-5
Harga: Rp.64.000

Rating: 4/5

Surat-surat cinta. Dari semua benda yang kusimpan, kurasa bisa dikatakan bahwa surat-surat cintaku adalah simpananku yang paling berharga. (hal. 4)

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di dalam kotak topi pemberian ibunya. Hanya saja, surat-surat tersebut bukan surat-surat dari cowok yang menyukainya. Justru sebaliknya, surat-surat tersebut ditulis oleh Lara Jean untuk cowok-cowok yang ia sukai. Dalam suratnya ia menceritakan berbagai hal tentang cowok-cowok tersebut, dan karena ia mencurahkan semuanya dalam surat-surat tersebut akan lebih baik bila surat-surat tersebut tidak sampai ke tangan cowok-cowok tersebut, kan? Atau siapa pun. Tapi, tidak. Entah bagaimana, surat-surat tersebut terkirim ke semua cowok-cowok yang ia sukai! Surat-surat tersebut terkirim ke cowok terkeren di sekolah, cowok yang ia temui di perkemahan, sampai mantan pacar kakaknya sendiri!

Kubuka mataku. Aku tidak sedang bermimpi dan ini nyata. Ini mimpi buruk. Peter Kavinsky menggenggam suratku di tangannya. Tulisan tanganku, amplopku, perasaanku. “Bagaimana—bagaimana kau bisa mendapatkan surat itu?” (hal. 77)

Dan sekarang Lara Jean harus menghadapi cowok-cowok tersebut, terutama padaJosh, mantan pacar kakaknya, tetangga depan rumahnya, dan kakak kelasnya di sekolah. Lara Jean harus menyangkal, ia harus meyakinkan Josh bahwa ia sudah tak menyukainya lagi. Dan cara terbaik yang terpikirkan adalah berpacaran dengan Peter Kavinsky, cowok terkeren di sekolah, mantan pacar cewek terpopuler di sekolah, dan salah satu cowok yang juga mendapat surat cinta Lara Jean.

Peter menaikkan alisnya. “Oh. Oke. Masuk akal. Jadi , bagaimana kita bisa pacaran?” (hal. 126)

Tapi berpura-pura berpacaran dengan cowok terkeren di sekolah tidak langsung membuat Lara Jean terhindar dari masalah. Dari cewek yang sama sekali tidak populer, sekarang ia berpacaran dengan cewek terkeren di sekolah. Ia mungkin terhindar dari Josh, tapi ia tak bisa menghindari mantan Peter yang terus mencari gara-gara dengannya.

“Tapi jangan khawatir. Karena sekarang kau adalah seorang gadis nakal, aku yakin akan ada banyak cowok yang ingin berkencan denganmu. Untuk kencan semalam.” (hal. 341)

DSC_0101-ed

Monday, 1 May 2017

Perebutan Takhta (A Game of Thrones)-George R.R. Martin

9780007448036A Game of Thrones oleh George R.R. Martin

Mulai dibaca: 15 November 2016
Selesai dibaca: 11 Januari 2017

Judul: Perebutan Takhta (A Game of Thrones)
Penulis: George R.R. Martin
Penerbit: Fantasious
Penerjemah: Barokah Ruziati
Penyunting: Lulu Fitri Rahman dan Tim
Tahun terbit: Maret 2015
Tebal: 948 halaman
ISBN: 978-602-090-029-2
Harga: Rp.110.000 (Bukupedia)

Rating: 5/5

“Kita harus kembali,” Gared medesak saat hutan mulai gelap di sekeliling mereka. “Orang-orang wildling itu sudah mati.(Prolog hal. V)

Sejak menjatuhkan Aerys Targaryen sebagai penguasa tujuh kerajaan, Robert Baratheon mengambil alih takhta penguasa tujuh kerajaan di King’s Landing. Dan selayaknya raja yang selalu membutuhkan perdana menteri, Robert Baratheon pun membutuhkan seseorang yang mampu menjadi tangan kanannya, orang yang dapat ia percayai sepenuhnya, untuk membantunya memimpin dan sepenuhnya menguasai ketujuh kerajaan. Maka pilihannya jatuh kepada Eddard Stark, pemimpin Klan Stark dari Winterfell yang juga sahabatnya sejak kecil.

Dia tersenyum. “Lord Eddard Sark, aku akan mengangkatmu sebagai Tangan Kanan Raja.” (hal. 40)

Maka dengan terpaksa Lord Eddard mematuhi perintah rajanya, dengan enggan meninggalkan Winterfell untuk tinggal bersama raja di King’s Landing, meninggalkan keluarganya yang hangat untuk pergi ke kerajaan yang penuh dengan orang yang haus kekuasaan dan masih memainkan permainan perebutan takhta. Lord Eddard patut khawatir terhadap semua orang yang ada di sekeliling raja, karena tewasnya Lord Jon Arryn—tangan kanan raja sebelumnya—diduga karena dilakukan oleh pihak yang tidak menginginkan Lord Arryn. Terlebih lagi, raja Robert dikelilingi oleh anggota Klan Lannister, klan yang berkuasa di Casterly Rock yang walaupun terkenal sebagai klan terkaya tapi tetap haus kekuasaan, mereka sangat ingin menguasai semua kerajaan, dan dugaan pembunuhan terhadap Lord Arryn mengarah kepada keluarga Lannister.

“Lysa berkata Jon Arryn dibunuh.”
Jari-jari Ned mengencang di lengannya. “Oleh siapa?”
“Lannister,” Catelyn menyahut. “Sang ratu.”
(hal. 58)

Sementara itu, keturunan naga terakhir, dari Klan Targaryen, Viserys Targaryen dan adik perempuannya Daenerys Targaryen, terlunta-lunta karena King’s Landing telah jatuh ke tangan musuh keluarga mereka akhirnya menemukan persinggahan sementara untuk akhirnya meneruskan perjalanan hingga ke Vaes Dothrak untuk menikahkan Daenerys dengan pemimpin Bangsa Dothraki, Khal Drogo. Viserys membutuhkan pasukan yang cukup banyak untuk bisa merebut kembali King’s Landing dan memimpin kerajaan, dan Khal Drogo memiliki ribuan bahkan puluhan ribu penunggang kuda yang tangguh.

Dengan pergolakan konflik yang terjadi di sekeliling raja, dan Viserys yang menyusun strategi untuk merebut kembali King’s Landing, maka perebutan takhta King’s Landing memanas kembali.

“Aku tahu,” sergah kakaknya. “Kita pulang dengan bala tentara, adik manis. Persisnya dengan bala tentara Khal Drogo. Dan kalau untuk itu kau harus kawin dan tidur dengannya, itulah yang mesti kau lakukan.” Dia tersenyum pada Dany. (hal. 29)

DSC_0024-blog

Tuesday, 28 February 2017

Hening-Shusaku Endo

Silence_novelHening oleh Shusaku Endo

Mulai dibaca: 14 Februari 2017
Selesai dibaca: 26 Februari 2017

Judul: Hening
Judul asli: Chinmoku (Silence)
Penulis: Shusaku Endo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Tanti Lesmana
Tahun terbit: Januari 2017 (cetakan ketiga)
Tebal buku: 304 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-033-717-3
Harga: Rp. 57.800 (Gramedia.com)

Rating:4/5

Berita tersebut sampai kepada Gereja di Roma. Christovao Ferreira, yang dikirim ke Jepang oleh Serikat Yesus di Portugal, akhirnya menyerah dan menjadi murtad setelah mengalami hukuman penyiksaan di dalam “lubang” di Nagasaki. (hal. 25)

Setelah mendengar kabar bahwa gurunya yang dikirim ke Jepang untuk menyebarkan Kristen telah menjadi murtad, Pastor Sebastian Rodrigues bersama Pastor Garrpe ikut berangkat ke Jepang untuk mencari tahu kebenaran kabar tentang gurunya tersebut. Melalui kabar yang dibawa dari Jepang, semua orang dan penduduk yang menjadi Kristen dipaksa oleh pejabat setempat untuk mengingkari keyakinan mereka, kalau tidak mau mengingkarinya mereka akan disiksa dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Di Jepang, Rodrigues dan Garrpe disambut dengan suka cita oleh para petani Kristen di Tomogi  yang sudah lama menunggu kedatangan seorang Pastor. Mereka diberi tempat persembunyian dan diberi sedikit makanan oleh para petani tersebut. Tapi, mereka juga menyaksikan sendiri perlakuan kejam para pejabat terhadap petani tersebut. Dua orang petani yang teguh mempertahankan keyakinan mereka diikat pada sebuah pancang yang didirikan di pinggir laut. Mereka dihantam terus menerus oleh ombak yang dahsyat selama berhari-hari. Tetapi mereka terus berdoa kepada Tuhan. Walaupun Tuhan membungkam mulutnya dan tak menyelamatkan mereka. Tapi petani tersebut tetap teguh pada keyakinan mereka, mereka terus berdoa hingga akhirnya mereka menuju ke surga Tuhan. Menyaksikan penderitaan petani tersebut, membuat Rodrigues kembali mempertanyakan eksistensi tuhannya. Kenapa Tuhan hanya diam saja, mengapa Ia bungkam melihat umatnya disiksa padahal mereka mempertahankan keyakinan mereka pada-Nya?

DSC_0095

Tuesday, 21 February 2017

Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya-J.R.R. Tolkien

Tolkien_-_Tales_from_the_Perilous_Realm_CoverartKisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya oleh J.R.R. Tolkien

Mulai dibaca:10 September 2016
Selesai dibaca: 27 September 2016

Judul: Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya
Judul asli: Tales from the Perilous Realm
Penulis: J.R.R. Tolkien
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Tahun terbit: Agustus 2015
Bahasa: Indonesia
Format Paperback
ISBN: 978-602-031-697-0
Harga: Rp.83.300 (gramedia.com)

Rating: 4/5

Pada suatu masa ada anjing kecil bernama Rover. Dia sangat mungil, dan sangat muda, sama sekali tidak berpengalaman; (hal. 33)

Rover merupakan anjing kecil yang mungil, ia sangat senang bermain dengan bola kuningnya. Tapi suatu hari, seorang pria tua dengan pakaian compang-camping lewat di depannya, menggodanya dengan memasukkan bola kuning kesukaannya itu ke sakunya. Rover pun kesal, ia langsung saja menggigit dan merobek celana pria tua tersebut. Rover tidak tahu bahwa laki-laki itu adalah tukang tenung. Marah akibat digigit, pria tersebut langsung menyihir Rover si anjing kecil menjadi… anjing mainan yang berbentuk lebih kecil lagi.

“Idiot! Jadilah mainan!” (hal.34)

Rover yang malang, kini setelah ia disihir pria tersebut menghilang dan hanya pria itu yang bisa mengembalikan Rover seperti semula. Kalau tidak segera kembali ke ukurannya yang semula, ia bisa saja berakhir sebagai santapan kucing yang mengiranya sebagai seekor tikus. Petualangannya sebagai anjing mainan mungil yang mencari penyihir lain yang dapat mengembalikannya seperti semula pun dimulai. Ia menelusuri pantai, menyeberangi lautan, terbang hingga ke bulan, dan menyelam ke laut yang lebih dalam lagi untuk menemui setiap penyihir yang menguasai area tersebut dan menolongnya kembali ke ukuran semula. Tapi semua penyihir sama saja, mereka tak bisa membantu Rover karena sihir si tukang tenung yang digigit Rover jauh lebih kuat. Tak ada cara lain untuk Rover selain menemukan si tukang tenung yang telah menyihirnya menjadi mainan.

DSC_0091

Tuesday, 14 February 2017

The Death Cure-James Dashner

The_Death_CureThe Death Cure oleh James Dashner

Mulai dibaca:26 Juli 2016
Selesai dibaca: 09 September 2016

Judul: The Death Cure
Penulis: James Dashner
Penerbit: Mizan fantasi
Alih bahasa: Yunita Candra
Tahun terbit:Februari 2012 (Cetakan pertama)
Tebal buku: 490 halaman
Format: Paperback
ISBN: 989-979-433-678-6
Harga:

Rating: 3/5

Bau itu mulai membuat Thomas perlahan menjadi gila. (hal. 7)

Setelah petualangannya di gurun pasir yang panasnya menyengat, perjuangan Thomas untuk menemukan jawaban atas semua petualangan mengerikannya di maze masih harus menemui banyak rintangan. Semua teman-temannya akhirnya dikumpulkan di markas WICKED di sebuah perkotaan, mereka dijanjikan memori dan kenangan mereka yang dihapus sebelum mereka memasuki maze. Thomas yang mencium adanya rencana yang lebih jahat lagi, memutuskan untuk kabur dan memecahkan masalah tersebut bersama dengan teman-teman pemberontak lainnya. Petualangannya menemukan jawaban tersebut membuatnya mendarat di sebuah perkotaan yang dulunya merupakan perkotaan dengan kehidupan yang modern dan menyenangkan sebelum wabah Flare menyerang. Semenjak wabah Flare menyebar, semua penduduk dan semua orang yang tiba di kota diawasi dengan sangat ketat, orang yang diduga terjangkit penyakit tersebut harus dikarantina. Kecuali Newt yang sudah terjangkit Flare, Thomas dan temannya yang kebal dapat dengan mudah lolos dari pengawasan. Mereka meninggalkan Newt di tempat yang aman, dan bersama-sama menjelajah kota untuk menemukan jawaban dan obat untuk penyakit Flare. Tapi, berada di kota bukan berarti mereka tidak menemukan masalah dan hambatan sama sekali. Sekali lagi mereka harus berkejar-kejaran dengan pasukan WICKED yang selalu memburu mereka, juga pasukan Crank yang kabur dari karantina mereka termasuk sahabat mereka sendiri yang telah sepenuhnya berubah menjadi Crank.

DSC_0115-ed

Sunday, 30 October 2016

Bahagia Itu…-Lisa Swerling dan Ralph Lazar

Bahagia Itu... 500 Hal yang Membuat Kita Bahagia oleh Lisa Swerling dan Ralph Lazar

 

Judul Asli: Happiness Is... 500 Things to be Happy about

Judul Terjemahan: Bahagia Itu... 500 Hal yang Membuat Kita Bahagia

Penulis: Lisa Swerling dan Ralph Lazar

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Bahasa: Indonesia

Alih Bahasa: Ratu Fortunata

Tahun terbit: Agustus 2016

Tebal buku:

Format: Paperback

ISBN: 978-602-033-215-4

Harga: Rp. 85.000 (Gramedia)

 

Rating: 4/5

 

Kapan terakhir kali kita melakukan hal yang membuat kita benar-benar bahagia?

 

P_20161006_074722

 

Benar-benar membuat kita bahagia sampai kita lupa dengan tugas atau beban tanggungan kita, atau mungkin sampai membuat kita tertawa lepas sampai rasanya hati seperti bermekaran dan kita merasa bahwa hari ini adalah hari yang baik dan suasana hati kita menjadi ceria sepanjang hari. Mungkin beberapa dari kita akan menjawab saat kita benar-benar merasa seperti itu adalah ketika kita berlibur ke tempat tujuan paling hits tahun ini, dan ternyata hal tersebut kita lakukan lama sekali. Atau mungkin ketika kita bercanda dengan teman-teman sampai pipi dan perut kita rasanya kram, dan lagi-lagi hal tersebut kita lakukan beberapa minggu yang lalu. Di buku ini, penulis membagikan 500 hal yang bisa membuat kita bahagia.

 

P_20161006_074740

 

Thursday, 2 June 2016

Go Set a Watchman-Harper Lee

81SX8d6vpzLGo Set a Watchman oleh Harper Lee

Mulai dibaca: 11 Mei 2016

Selesai dibaca: 24 Mei 2016

Judul: Go Set a Watchman

Penulis: Harper Lee

Penerbit: Penerbit Qanita

Bahasa: Indonesia

Penerjemah: Berliani Mantili & Esti Budihabsari

Tahun terbit: September 2015

Format: Paperback

ISBN: 978-602-163-788-3

Harga: Rp. 74,000 (bukupedia)

Rating: 2/5

“Aku paling suka bagian yang menyebutkan bahwa para Negro, terberkatilah hati mereka, memang pantas menjadi inferior di hadapan ras kulit putih karena tengkorak mereka lebih tebal, sehingga jangkauan otak mereka lebih rendah—entah apa artinya itu—jadi kita semua harus memperlakukan mereka dengan sangat baik agar mereka tidak melakukan apa pun untuk menyakiti diri mereka sendiri dan tetap berada di tempat mereka.” –Jean Louis Finch- (hal. 109)

Scout bukan lagi gadis kecil tomboi yang gemar memakai baju monyet, berkelahi, memanjat pohon, dan menantang tiap anak laki-laki yang mengganggunya, sekarang ia adalah Miss Jean Louis Finch yang hidup di New York yang sangat dinamis. Tetapi untuk sementara waktu, Jean Louis meninggalkan New York untuk pulang ke Maycomb menemui Atticus Finch yang sudah jauh menua dan melemah. Walaupun tidak tampak sedang menangani kasus berat, Atticus masih menjalankan tugasnya sebagai pengacara yang selalu membela hal yang benar tanpa mendiskriminasikan siapapun. Namun, sejak kasus besar yang ditangani oleh Atticus, yang disaksikan oleh Scout, yang menyinggung tentang diskriminasi ras, bukan berarti aksi diskriminasi ras tidak berhenti sampai di situ. Bertahun-tahun semenjak Scout melihat aksi ayahnya membela ras kulit hitam, setelah beberapa lama hidup di lingkungan yang sangat dinamis dengan toleransi yang cukup baik, Scout kembali menghadapi isu diskriminasi ras di kampung halamannya, tapi kali ini tidak ada ayahnya yang berdiri membela ras kulit hitam.

P_20160602_0724171

Saturday, 14 May 2016

Gone Girl-Gillian Flynn

Gone-Girl-by-Gillian-Flynn-gone-girl-37441442-1181-1810Gone Girl (Yang Hilang) oleh Gillian Flynn

Mulai dibaca: 08 April 2016

Selesai dibaca: 11 Mei 2016

Judul: Yang Hilang

Judul asli: Gone Girl

Penulis: Gillian Flynn

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit: 2014

Penerjemah: Ariyantri Eddy Tarman

Editor: Reita Ariyanti

Desain sampul oleh: Eduard Iwan Mangopang

Tebal: 616 halaman

Format: Paperback

ISBN: 978-602-031-072-5

Harga: Rp. 112,000 (bukupedia)

Rating: 4/5

“Teman saling melihat kekurangan. Pasangan melihat bagian yang paling buruk. Kalau Amy menghukum teman beberapa bulannya dengan menjatuhkan dirinya di tangga, apa yang akan dia lakukan kepada pria yang cukup bodoh untuk menikahinya?” (hal. 432)

Setiap ulang tahun pernikahan mereka, pasangan Nick dan Amy Dunne selalu melakukan semacam perburuan harta karun, di mana di akhir pencarian mereka akan menemukan hadiah untuk mereka. Tapi di ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, situasi sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Aku berbelok ke ruang duduk dan berhenti tiba-tiba. Karpet berkilauan dengan pecahan kaca, meja kopi hancur berantakan. Meja di ujung kursi terguling, buku-buku tersebar di  lantai seperti tipuan sulap. Bahkan bangku antik yang berat terbalik, empat kaki pendeknya terkatung-katung di udara seperti binatang mati. Di tengah-tengah kekacauan itu ada gunting yang amat tajam. (hal. 42-43)

Perabot rumah Nick berubah, seperti ada yang mengatur ulang, dan seketika itu juga Nick menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan rumahnya.

Istrinya, Amy Elliott Dunne tidak menjawab teriakannya, semua petunjuk yang ada mengarahkan bahwa istrinya telah hilang. Dan semua petunjuk yang ditinggalkan oleh ‘penculik’ Amy malah mengarah kepada Nick Dunne. Nick, dalam keadaan menganggur, miskin, hidup dengan mendompleng kekayaan istrinya, dan berselingkuh, mati-matian membela dirinya sendiri yang dipojokkan oleh banyak orang, media massa bahkan mengeksposnya sebagai dalang dibalik hilangnya Amy Elliott Dunne. Tapi dalam keadaan terpojok sekalipun, Nick juga berusaha menguak kasus hilangnya Amy yang menurutnya merupakan skenario untuk menghancurkan hidupnya.

Amy cerdas, melelahkan, sarkastis. Amy bisa membuatku marah, bisa menjelaskan dengan baik dan tajam, tetapi Go selalu membuatku tertawa. Bahaya jika kau menertawakan pasanganmu. (hal. 39)

Dan parahnya lagi, Nick mengira bahwa semua petunjuk dan skenario penculikan Amy, yang dilakukan untuk menghancurkan kehidupan Nick, semuanya dibuat oleh istrinya sendiri, Amy Elliott Dunne.P_20160514_095013

Monday, 21 March 2016

Giveaway: The Divergent Series-The Winner

Akhirnya tiba juga di tanggal 21 Maret 2016. Saatnya saya mengumumkan pemenang Giveaway: The Divergent Series. Yup, saya akan memberitahu siapakah seseorang yang beruntung ini yang mendapatkan empat buku dari seri Divergent.

Oke, sebelum saya membeberkan si orang beruntung ini, seperti biasa saya mau curhat dulu. Jadi, ya, mengadakan Giveaway adalah salah satu upaya untuk menambah pelanggan saya, sehingga ada lebih banyak orang yang berkorespondensi dengan saya mengenai buku, memberi saya saran dan masukan, ataupun opini, atau hal lainnya. Jadi, mengadakan Giveaway terbukti ampuh dalam meningkatkan jumlah pengikut. Saya pun nggak menyangka akan ada 38 orang yang mengikuti Giveaway ini, saya hanya mengira akan mendapat paling nggak 15 orang lah, karena blog saya ini nggak terlalu terkenal. Tetapi setelah tahu ternyata yang ikut Giveaway ada dua kali lipat dari jumlah perkiraan, saya senang banget, rasanya saya bingung juga karena hanya menyediakan satu paket untuk satu orang. I promise this won’t be the last Giveaway, there will be another giveaway. Jadi, saya mau berterima kasih kepada teman-teman yang sudah berlangganan blog saya, do leave a your blog address in the comment below if you want me to follow your blog. And thank you so much to those who follow my twitter, I’m sorry if I haven’t followed you yet, do mention me for a folbek, jadi kita bisa lebih sering bertukar opini atau apapun.

So, yeah, seperti yang sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya, ketentuan pesertanya sudah jelas saya rasa, jadi saya akan ceritakan cara saya dalam menentukan pemenang. Jadi saya menggunakan software yang selalu saya gunakan ketika kuliah, software yang sangat membantu untuk mengambil pilihan secara acak. Jadi pertama-tama, saya menentukan sampling frame, maksudnya saya mendaftar siapa sajakah peserta Giveaway ini.

Capturechosenthis is the sampling frame

Lalu seperti biasa, saya memilih suatu menu yang akan memberikan saya suatu nama yang menjadi pemenang dari Giveaway ini.

The winnerthis is how i chose the winner

Oke, cukup kayaknya. Jadi, orang beruntung yang akan mendapatkan empat buah buku dari seri Divergent adalah…

The winneryang terpilih adalah peserta no.26, yaitu…

Capture26tadaaa, see it yourself

1560818_orig

Congratulation, Winner! Silakan kirim email ke asl[dot]lestari[at]yahoo[dot]com berisi nama lengkap, no.telepon yang bisa dihubungi, dan tentu saja alamat lengkap beserta kode pos. Sekali lagi selamat. Untuk teman-teman yang lain, tetaplah semangat memburu Giveaway.