To All the Boys I’ve Loved Before oleh Jenny Han
Mulai dibaca: 09 Februari 2017
Selesai dibaca: 23 Februari 2017
Judul: To All the Boys I’ve Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerbit: Spring
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Tahun terbit: September 2015 (Cetakan kedua)
Tebal buku: 384 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-715-051-5
Harga: Rp.64.000
Rating: 4/5
Surat-surat cinta. Dari semua benda yang kusimpan, kurasa bisa dikatakan bahwa surat-surat cintaku adalah simpananku yang paling berharga. (hal. 4)
Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di dalam kotak topi pemberian ibunya. Hanya saja, surat-surat tersebut bukan surat-surat dari cowok yang menyukainya. Justru sebaliknya, surat-surat tersebut ditulis oleh Lara Jean untuk cowok-cowok yang ia sukai. Dalam suratnya ia menceritakan berbagai hal tentang cowok-cowok tersebut, dan karena ia mencurahkan semuanya dalam surat-surat tersebut akan lebih baik bila surat-surat tersebut tidak sampai ke tangan cowok-cowok tersebut, kan? Atau siapa pun. Tapi, tidak. Entah bagaimana, surat-surat tersebut terkirim ke semua cowok-cowok yang ia sukai! Surat-surat tersebut terkirim ke cowok terkeren di sekolah, cowok yang ia temui di perkemahan, sampai mantan pacar kakaknya sendiri!
Kubuka mataku. Aku tidak sedang bermimpi dan ini nyata. Ini mimpi buruk. Peter Kavinsky menggenggam suratku di tangannya. Tulisan tanganku, amplopku, perasaanku. “Bagaimana—bagaimana kau bisa mendapatkan surat itu?” (hal. 77)
Dan sekarang Lara Jean harus menghadapi cowok-cowok tersebut, terutama padaJosh, mantan pacar kakaknya, tetangga depan rumahnya, dan kakak kelasnya di sekolah. Lara Jean harus menyangkal, ia harus meyakinkan Josh bahwa ia sudah tak menyukainya lagi. Dan cara terbaik yang terpikirkan adalah berpacaran dengan Peter Kavinsky, cowok terkeren di sekolah, mantan pacar cewek terpopuler di sekolah, dan salah satu cowok yang juga mendapat surat cinta Lara Jean.
Peter menaikkan alisnya. “Oh. Oke. Masuk akal. Jadi , bagaimana kita bisa pacaran?” (hal. 126)
Tapi berpura-pura berpacaran dengan cowok terkeren di sekolah tidak langsung membuat Lara Jean terhindar dari masalah. Dari cewek yang sama sekali tidak populer, sekarang ia berpacaran dengan cewek terkeren di sekolah. Ia mungkin terhindar dari Josh, tapi ia tak bisa menghindari mantan Peter yang terus mencari gara-gara dengannya.
“Tapi jangan khawatir. Karena sekarang kau adalah seorang gadis nakal, aku yakin akan ada banyak cowok yang ingin berkencan denganmu. Untuk kencan semalam.” (hal. 341)