Girls in the Dark oleh Akiyoshi Rikako
Mulai dibaca: 17 Mei 2017
Selesai dibaca: 18 Mei 2017
Judul buku: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Nona Aubree
Tahun terbit: Juli 2016 (Cetakan kedelapan)
Tebal buku: 282 halaman
Format: Paperback
ISBN:978-602-774-231-4
Harga:Rp.56.000
Rating: 4/5
Saudari sekalian, terima kasih sudah bersedia datang malam ini meskipun badai sedang menerjang.
Pertemuan ini adalah pertemuan rutin Klub Sastra semester pertama yang terakhir. Izinkan saya, Sumikawa Sayuri, selaku Ketua Klub Sastra memberikan salam pembuka. (hal. 6)
Seorang gadis ditemukan tewas sambil menggenggam bunga lily, seakan berusaha menyampaikan sebuah pesan saat meregang nyawa. Gadis tersebut adalah Shiraishi Itsumi, putri dari pengelola tempat ia bersekolah dan merupakan Ketua Klub Sastra. Ayah Itsumi terkenal karena mengelola berbagai macam fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, mall, juga sekolah, maka tak mengherankan jika Itsumi juga populer di sekolah, apalagi Itsumi merupakan gadis yang memiliki paras cantik. Perjuangannya mendirikan Klub Sastra juga tak lepas dari bantuan ayahnya, sebenarnya klub tersebut sudah ada dari dulu tapi lama-kelamaan ditutup karena anggotanya semakin berkurang. Bersama dengan sahabatnya, Sayuri, Itsumi membangun kembali Klub Sastra dengan tempat berkumpulnya adalah di sebuah biara yang disulap sehingga menjadi tempat dengan nuansa gothic yang mewah. Yang membuat klub tersebut terlihat seperti klub eksekutif adalah anggotanya yang tidak dapat sembarangan mendaftar, anggota-anggota Klub Sastra adalah orang-orang yang diundang secara langsung oleh Ketua Klub, Shiraishi Itsumi sendiri.
Kini, setelah Itsumi ditemukan tewas, anggota-anggota Klub Sastra berkumpul kembali dalam pertemuan rutin yang bertemakan yami-nabe di mana masing-masing anggota mengumpulkan sebuah bahan untuk dimakan dalam kegelapan, tanpa ada anggota lainnya yang tahu bahan apakah yang dibawa oleh anggota yang lainnya. Dalam pertemuan tersebut, para anggota juga diwajibkan untuk membuat naskah dan membacakannya di depan anggota lainnya. Naskah-naskah tersebut tentu saja tidak jauh-jauh dengan peristiwa yang menimpa Klub Sastra tersebut. Untuk mengenang kematian ketua mereka, satu persatu anggota Klub Sastra membacakan naskah masing-masing, yang ternyata juga merupakan analisa tiap anggota mengenai kematian Itsumi. Bunuh diri kah? Dibunuh kah? Naskah dibacakan dalam salon Klub Sastra saat badai mulai menerjang.
Iya. Cerita pendek.
Meskipun dibilang yami-nabe, tapi acara ini adalah acara Klub Sastra kita yang paling penting. Setiap tahun, masing-masing anggota harus menulis sebuah cerita pendek. Kemudian, sambil menikmati yami-nabe, kita akan mendengar anggota itu membacahkan naskahnya. (hal. 15)