Go Set a Watchman oleh Harper Lee
Mulai dibaca: 11 Mei 2016
Selesai dibaca: 24 Mei 2016
Judul: Go Set a Watchman
Penulis: Harper Lee
Penerbit: Penerbit Qanita
Bahasa: Indonesia
Penerjemah: Berliani Mantili & Esti Budihabsari
Tahun terbit: September 2015
Format: Paperback
ISBN: 978-602-163-788-3
Harga: Rp. 74,000 (bukupedia)
Rating: 2/5
“Aku paling suka bagian yang menyebutkan bahwa para Negro, terberkatilah hati mereka, memang pantas menjadi inferior di hadapan ras kulit putih karena tengkorak mereka lebih tebal, sehingga jangkauan otak mereka lebih rendah—entah apa artinya itu—jadi kita semua harus memperlakukan mereka dengan sangat baik agar mereka tidak melakukan apa pun untuk menyakiti diri mereka sendiri dan tetap berada di tempat mereka.” –Jean Louis Finch- (hal. 109)
Scout bukan lagi gadis kecil tomboi yang gemar memakai baju monyet, berkelahi, memanjat pohon, dan menantang tiap anak laki-laki yang mengganggunya, sekarang ia adalah Miss Jean Louis Finch yang hidup di New York yang sangat dinamis. Tetapi untuk sementara waktu, Jean Louis meninggalkan New York untuk pulang ke Maycomb menemui Atticus Finch yang sudah jauh menua dan melemah. Walaupun tidak tampak sedang menangani kasus berat, Atticus masih menjalankan tugasnya sebagai pengacara yang selalu membela hal yang benar tanpa mendiskriminasikan siapapun. Namun, sejak kasus besar yang ditangani oleh Atticus, yang disaksikan oleh Scout, yang menyinggung tentang diskriminasi ras, bukan berarti aksi diskriminasi ras tidak berhenti sampai di situ. Bertahun-tahun semenjak Scout melihat aksi ayahnya membela ras kulit hitam, setelah beberapa lama hidup di lingkungan yang sangat dinamis dengan toleransi yang cukup baik, Scout kembali menghadapi isu diskriminasi ras di kampung halamannya, tapi kali ini tidak ada ayahnya yang berdiri membela ras kulit hitam.