Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Friday, 16 February 2018

Dulu Saya Suka Membaca

Post kali ini, saya akan membahas sesuatu berdasarkan ucapan teman saya yang bukan-bookworm yang cukup sering saya dengar.

Seperti ini contohnya,

“Sebenarnya aku tuh dulu suka membaca, loh.”

Dulu? Apakah sekarang tidak suka lagi, begitu?

“Ya, berhubung nggak punya waktu, jadi semacam nggak sempat membaca lagi, jadi sekarang nggak pernah lagi baca buku.”

banner

Friday, 5 May 2017

Holy Mother-Akiyoshi Rikako

34233502Holy Mother oleh Akiyoshi Rikako

Mulai dibaca: 02 Februari 2017
Selesai dibaca: 06 Februari 2017

Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Bahasa: Indonesia
Tahun terbit: Agustus 2016 (Cetakan pertama)
Tebal: 282 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-774-296-3
Harga: Rp.62.100 (Bukupedia)

Rating: 4/5

Dia terbangun.
Begitu melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas lewat.
(hal. 3)

Kota kecil Aiide di Tokyo tiba-tiba digemparkan oleh berita mengerikan mengenai ditemukannya mayat bocah laki-laki di Sungai Aiide. Polisi yang menyelidiki kasus tersebut mengatakan bahwa sebelum ditemukan tewas, bocah laki-laki berusia lima tahun tersebut lebih dulu menghilang, ia terakhir terlihat di supermarket dekat rumahnya, berbelanja bersama ibunya. Ada kemungkinan bahwa sebelum dibunuh bocah tersebut diculik oleh pelakunya. Ketika mayatnya ditemukan, tubuhnya membiru dan tak ada bekas luka tusukan, pukulan ataupun luka bakar di manapun kecuali di satu tempat, luka hanya ditemukan di kemaluannya. Sekujur tubuhnya membiru, tapi alat kelaminnya merah karena terluka. Malahan, alat kelaminnya tidak ada, dipotong oleh pelaku menggunakan benda yang sangat tajam. Tapi, rupanya pelaku tak hanya membunuh bocah tersebut, polisi menemukan bahwa terdapat tanda kekerasan di anusnya, ada kemungkinan pelaku memerkosa korban setelah membunuhnya.

“Hmm, seperti uang sudah Anda sekalian lihat, kemaliannya dipotong. Alat pemotongnya saat ini sedang dalam analisis. Namun, melihat bekas lukanya bisa saya pastikan bahwa itu adalah benda yang sangat tajam, Kemudian, ada luka di duburnya yang bisa memastikan bahwa dia disiksa secara seksual oleh pelaku setelah dibunuh,(hal. 26)

Hal tersebut sangat menakutkan bagi semua orang tua yang memiliki anak-anak, tak terkecuali juga bagi Honami. Honami merupakan wanita yang tinggal bersama suaminya dan Kaoru, bocah perempuan yang manis berusia tiga tahun. Honami telah divonis bahwa ia memiliki semacam kelainan pada organ reproduksinya, hal itu menyebabkan ia susah untuk hamil, oleh karena itu ketika ia akhirnya melahirkan bayi perempuan ia berjanji dengan sepenuh hati bahwa ia akan menjaga anaknya tersebut dengan segenap jiwanya.

Bagi seorang ibu, anak adalah satu kesatuan, satu tubuh dann satu jiwa dengannya. (hal. 53)

DSC_0039

Thursday, 2 June 2016

Go Set a Watchman-Harper Lee

81SX8d6vpzLGo Set a Watchman oleh Harper Lee

Mulai dibaca: 11 Mei 2016

Selesai dibaca: 24 Mei 2016

Judul: Go Set a Watchman

Penulis: Harper Lee

Penerbit: Penerbit Qanita

Bahasa: Indonesia

Penerjemah: Berliani Mantili & Esti Budihabsari

Tahun terbit: September 2015

Format: Paperback

ISBN: 978-602-163-788-3

Harga: Rp. 74,000 (bukupedia)

Rating: 2/5

“Aku paling suka bagian yang menyebutkan bahwa para Negro, terberkatilah hati mereka, memang pantas menjadi inferior di hadapan ras kulit putih karena tengkorak mereka lebih tebal, sehingga jangkauan otak mereka lebih rendah—entah apa artinya itu—jadi kita semua harus memperlakukan mereka dengan sangat baik agar mereka tidak melakukan apa pun untuk menyakiti diri mereka sendiri dan tetap berada di tempat mereka.” –Jean Louis Finch- (hal. 109)

Scout bukan lagi gadis kecil tomboi yang gemar memakai baju monyet, berkelahi, memanjat pohon, dan menantang tiap anak laki-laki yang mengganggunya, sekarang ia adalah Miss Jean Louis Finch yang hidup di New York yang sangat dinamis. Tetapi untuk sementara waktu, Jean Louis meninggalkan New York untuk pulang ke Maycomb menemui Atticus Finch yang sudah jauh menua dan melemah. Walaupun tidak tampak sedang menangani kasus berat, Atticus masih menjalankan tugasnya sebagai pengacara yang selalu membela hal yang benar tanpa mendiskriminasikan siapapun. Namun, sejak kasus besar yang ditangani oleh Atticus, yang disaksikan oleh Scout, yang menyinggung tentang diskriminasi ras, bukan berarti aksi diskriminasi ras tidak berhenti sampai di situ. Bertahun-tahun semenjak Scout melihat aksi ayahnya membela ras kulit hitam, setelah beberapa lama hidup di lingkungan yang sangat dinamis dengan toleransi yang cukup baik, Scout kembali menghadapi isu diskriminasi ras di kampung halamannya, tapi kali ini tidak ada ayahnya yang berdiri membela ras kulit hitam.

P_20160602_0724171

Wednesday, 9 March 2016

Allegiant-Veronica Roth

17899904Allegiant oleh Veronica Roth

Mulai dibaca: 01 Januari 2016

Selesai dibaca: 25 Januari 2016

Judul buku: Allegiant

Penulis: Veronica Roth

Penerbit: Mizan Media Utama

Tahun terbit: Maret 2015

Bahasa: Indonesia

Penerjemah: Nur Aini dan Indira Briantri Asri

Tebal buku: 490 halaman

ISBN: 978-979-433-837-7

Format: Paperback

Harga: Rp. 65,000 (bukupedia)

Rating: 2/5

Setiap pertanyaan yang dapat dijawab harus dijawab

atau setidaknya ditanggapi.

Hal-hal yang tidak logis harus dipertanyakan begitu muncul.

Jawaban yang salah harus diperbaiki.

Jawaban yang benar harus diteguhkan.

-Dari manifesto Faksi Erudite (hal. 11)

Setelah kelompok factionless melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Jeanine Matthews yang mengatur semua faksi, Evelyn Eaton mengambil alih kekuasaan Jeanine dan menghapus sistem faksi. Tidak ada lagi sistem faksi, dan sekarang para factionless-lah yang berkuasa. Tris dan kawan-kawan Dauntless-nya yang telah melalui proses inisiasi untuk dapat tetap bertahan di Dauntless melakukan pemberontakan terhadap kaum factionless, sistem faksi harus tetap ada, karena sistem itulah yang membuat hidupnya selama ini teratur. Bersama dengan Tobias dan sahabat-sahabatnya Tris melakukan pemberontakan dengan kabur dari kota, jauh hingga keluar pagar pembatas. Rencana sudah dipersiapkan dengan matang, hingga akhirnya kelompok tersebut akhirnya dengan kereta terakhir yang mereka naiki menuju keluar pagar pembatas, untuk menemukan dunia baru dan jawaban atas semua teka-teki termasuk menemukan jawaban dari video yang dibuat oleh seorang wanita bernama Edith Prior. Tapi ternyata menerima jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka justru membuat mereka lebih mempertanyakan kehidupan mereka sebelumnya. Seakan-akan hidup mereka semua adalah dusta.

P_20160308_111017

Saturday, 2 January 2016

Books to Read in 2016

Oh yey, udah 2016!! Selamat tahun baru semuanya! Yang sudah buat resolusi tahun baru, semoga selalu semangat untuk mewujudkan apa yang diimpikan dan dicita-citakan. Yang pengen banget diwisuda tahun ini, semoga skripsi atau tesis atau disertasinya prosesnya berjalan lancar. Yang ngebet banget ingin menikah, berkeluarga, dan menempuh hidup baru, semoga dikabulkan, dilancarkan, dan gerakan. Yang ingin membangun empire baru juga, wuoh, semoga-semoga-dan semoga dikabulkan juga oleh Tuhan. Apapun itu, teman-teman, jangan pernah menyerah, dan tetap semangat (oke, saya udah lama nggak nulis blog dengan kata-kata sebegini alay-nya, jadi mohon dimaklumi kalo terlihat norak, yah).

Nah, sementara saya, resolusinya masih tetep, dapet buku yang buanyak banget, dapat hadiah buku, menang lomba bikin resensi, pokoknya dapat buku yang seabreg, deh. I’m sorry, I just can’t think of another stuffs but books, books, and books, and mooooore books!

The thing is, I just completed my reading challenge in 2015! Yaaaaayyyyyy!!! Nah, saya akan cerita sedikit kenapa saya gembira banget menyelesaikan tantangan membaca tersebut. Well, karena itu adalah pertama kalinya saya berhasil menyelesaikan tantangan membaca di tahun ganjil. Dari tahun 2011 saya udah membuat tantangan membaca, dan yang tercapai cuma di tahun genap, yaitu di tahun 2012 dan 2014, jadi ketika di tahun 2015 saya berhasil menyelesaikan target saya, ya rasanya seneng banget, sih. Jumlah buku yang saya targetkan untuk dibaca di tahun 2015 sebenarnya nggak seberapa, sih, malah jumlahnya berkurang dari tahun sebelumnya, kalau komik nggak diikutkan dalam tantangan, ya. Di tahun 2014, saya berhasil menyelesaikan 40 buku, sementara di tahun 2015 saya hanya mematok 35 buku, selisih 5 buku. Dan buku ke-35 saya selesaikan just a sec. away before 2016. So, you can imagine how serious I am taking this challenge. Pertimbangan kenapa di tahun 2015 saya mengurangi target buku saya tentu saja karena pekerjaan, dan pekerjaan baru saya seakan nggak mengizinkan saya untuk membaca novel barang satu halaman aja.

Oke, karena ini udah 2016, saya excited banget untuk tetap menantang diri saya sendiri membaca sejumlah buku. Jumlahnya, sedihnya, berkurang drastis banget dari tahun 2015. Di samping pekerjaan dan sebagainya, sesungguhnya target saya adalah menyelesaikan buku-buku yang tebel banget sehingga rasanya butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikan satu buku aja. Dan di tahun 2016, target saya adalah menyelesaikan 12 buku. Yup, 12 books only! Because this year will be: super thick and heavy, imported, series finale and spin off year! And here are the books I think I’m going to read in 2016: