Holy Mother oleh Akiyoshi Rikako
Mulai dibaca: 02 Februari 2017
Selesai dibaca: 06 Februari 2017
Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Bahasa: Indonesia
Tahun terbit: Agustus 2016 (Cetakan pertama)
Tebal: 282 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-774-296-3
Harga: Rp.62.100 (Bukupedia)
Rating: 4/5
Dia terbangun.
Begitu melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas lewat. (hal. 3)
Kota kecil Aiide di Tokyo tiba-tiba digemparkan oleh berita mengerikan mengenai ditemukannya mayat bocah laki-laki di Sungai Aiide. Polisi yang menyelidiki kasus tersebut mengatakan bahwa sebelum ditemukan tewas, bocah laki-laki berusia lima tahun tersebut lebih dulu menghilang, ia terakhir terlihat di supermarket dekat rumahnya, berbelanja bersama ibunya. Ada kemungkinan bahwa sebelum dibunuh bocah tersebut diculik oleh pelakunya. Ketika mayatnya ditemukan, tubuhnya membiru dan tak ada bekas luka tusukan, pukulan ataupun luka bakar di manapun kecuali di satu tempat, luka hanya ditemukan di kemaluannya. Sekujur tubuhnya membiru, tapi alat kelaminnya merah karena terluka. Malahan, alat kelaminnya tidak ada, dipotong oleh pelaku menggunakan benda yang sangat tajam. Tapi, rupanya pelaku tak hanya membunuh bocah tersebut, polisi menemukan bahwa terdapat tanda kekerasan di anusnya, ada kemungkinan pelaku memerkosa korban setelah membunuhnya.
“Hmm, seperti uang sudah Anda sekalian lihat, kemaliannya dipotong. Alat pemotongnya saat ini sedang dalam analisis. Namun, melihat bekas lukanya bisa saya pastikan bahwa itu adalah benda yang sangat tajam, Kemudian, ada luka di duburnya yang bisa memastikan bahwa dia disiksa secara seksual oleh pelaku setelah dibunuh,” (hal. 26)
Hal tersebut sangat menakutkan bagi semua orang tua yang memiliki anak-anak, tak terkecuali juga bagi Honami. Honami merupakan wanita yang tinggal bersama suaminya dan Kaoru, bocah perempuan yang manis berusia tiga tahun. Honami telah divonis bahwa ia memiliki semacam kelainan pada organ reproduksinya, hal itu menyebabkan ia susah untuk hamil, oleh karena itu ketika ia akhirnya melahirkan bayi perempuan ia berjanji dengan sepenuh hati bahwa ia akan menjaga anaknya tersebut dengan segenap jiwanya.
Bagi seorang ibu, anak adalah satu kesatuan, satu tubuh dann satu jiwa dengannya. (hal. 53)