Thursday, 1 June 2017

Harry Potter and the Sorcerer’s Stone 20th Anniversary

It takes a great deal of bravery to stand up to our enemies, but just as much to stand up to our friends

Hai,

Tulisan ini bukan berisi tentang ulasan buku. Saya sedang mengikuti tantangan #NulisRandom dari Nulis Buku di mana saya hanya diharuskan menulis tentang apapun, kedengaran mudah, kan? Tantangan sebenarnya terletak pada jumlah postingannya. Yap, tantangannya adalah saya harus menulis apapun selama sebulan penuh, itu artinya saya harus membuat paling tidak satu tulisan tiap harinya. Hitung-hitung daripada saya menulis ulasan buku melulu, mungkin sebaiknya blog ini juga diisi dengan tulisan lainnya. Well, I’m so excited right now.

DSC_0073

DSC_0064

DSC_0018

DSC_0039

Oke, walaupun tidak berisi tentang ulasan buku, tulisan ini masih menyinggung soal buku, berhubung tanggal ini merupakan salah satu tanggal yang nggak akan dilupakan oleh penggemar berat dari saga ini.

Swish and flick.

DSC_0018

DSC_0059

DSC_0026

Dua puluh tahun lalu buku pertama dari saga yang sampai sekarang tetap memiliki buanyak banget penggemar terbit untuk pertama kalinya. Menurut berita, setelah ditolak oleh sekian banyak penerbit, buku ini akhirnya mendapatkan hati salah satunya, dan setelah itu dimulailah kisah menakjubkan dari penyihir cilik yang bertahan hidup dari penyihir jahat yang telah membunuh orangtuanya.

DSC_0037

I tell you, that dragon’s the most horrible animal I’ve ever met, but the way Hagrid goes on about it, you’d think it was a fluffy little bunny rabbit.

Saya pertama kali membaca buku ini di tahun kedua SMP. Lima tahun setelah buku ini diterbitkan pertama kali di Indonesia. Well, tidak ada kata terlambat untuk membaca suatu buku, kan? Sebenarnya saya sudah mencintai buku, salah, saya sudah mencintai membaca buku sejak, entahlah, mungkin sejak saya masuk taman kanak-kanak karena memang kebiasaan yang ditanamkan orangtua saya untuk senang membaca buku. Well, saat itu bacaan saya memang masih buku-buku dongeng, komik, manga, yah bacaan fiksi yang lazim dibaca oleh murid sekolah dasar, kadang juga ensiklopedia yang penuh dengan gambar, pokoknya saya sudah senang banget dengan kegiatan membaca buku. Tapi buku ini, buku yang pertama kali diterbitkan dua puluh tahun lalu setelah mengalami banyak sekali penolakan, membuat saya menjadi seorang kutu buku seperti sekarang.

DSC_0095

DSC_0068

DSC_0066

Curious indeed how these things happen. The wand chooses the wizard, remember... I think we must expect great things from you, Mr. Potter... After all, He-Who-Must-Not-Be-Named did great things—terrible, yes, but great.

Sepertinya buku ini adalah buku dengan tebal lebih dari seratus halaman yang pertama kali saya baca. Dan saya, nggak akan pernah melupakan perasaan saya ketika pertama kali membaca buku ini. Sekian banyak dunia imajinasi dan dongeng yang memenuhi kepala saya, kepala saya mendapatkan dunia yang baru lagi. Dunia sihir yang penuh mantera, ramuan ajaib, sapu terbang, makhluk-makhluk fiktif dan hal-hal magis lainnya. Buku ini benar-benar memberikan dunia baru yang lain lagi bagi saya.

Always use the proper name for things. Fear of a name increases fear of the thing itself.

Jadi, selain memberikan hal-hal ajaib seperti sihir, keberanian, persahabatan, dan terutama makhluk-makhluk ajaib lainnya yang menakjubkan, buku ini juga memberi rasa cinta pada saya. You see, buku ini juga semacam gerbang bagi saya menuju petualangan lainnya, entah itu petualangan lanjutan dari serial ini ataupun serial-serial lainnya. Ya, buku ini nggak hanya mengantarkan saya ke petualangan lanjutan dari buku ini tapi petualangan dari buku-buku yang lain. Buku ini membuat saya lebih mencintai buku dan membuat saya lebih mencintai kegiatan membaca. Saya membaca banyak buku seolah-olah saya ingin menemukan dunia-dunia ajaib lainnya seperti saya menemukan dunia ajaib yang ada di buku ini.

DSC_0047

DSC_0055

I don’t expect you will really understandthe beauty of the softly simmering cauldron with its shimmering fumes, the delicate power of liquids that creep through human veins, bewitching the minds, ensnaring the senses...

Jadi, cinta. Nggak hanya menumbuhkan rasa cinta terhada buku ini maupun buku-buku-buku lanjutannya, tapi buku ini juga menumbuhkan rasa cinta saya terhadap dunia literasi dan kegiatan membaca. Well, I count that also as magic.

Oh, HONESTLY, don’t you two read?

DSC_0081

DSC_0032

Entah bagaimana perasaan pembaca lainnya, tapi saya yakin selama dua puluh tahun sejak pertama kali diterbitkan, buku ini juga memberikan sihir-sihir pada pembaca lainnya entah bagaimana bentuknya, pasti pengaruhnya berbeda-beda untuk masing-masing. Dua puluh tahun nggak pernah berhenti menghiasi rak-rak yang ada di toko buku, dua puluh tahun menghiasi kepala orang-orang dengan sihir, dua puluh tahun memberikan cerita mengenai persahabatan dan keberanian, dan dua puluh tahun memberikan rasa cinta di hati tiap pembacanya.

You’re a wizard, Harry

DSC_0087

DSC_0091

DSC_0078

Memperingati Dua Puluh Tahun buku Harry Potter and the Sorcerer Stone sejak pertama kali diterbitkan, memperingati hal-hal magis yang mewarnai kepala pembacanya, juga memperingati persahabatan dan keberanian, juga cinta.

“Harry - you’re a great wizard, you know”
“I’m not as good as you”
“Me! Books! And cleverness! There are more important things – friendship and bravery and – oh Harry – be careful!”

DSC_0065

DSC_0070

DSC_0093

No comments:

Post a Comment