Sunday, 4 June 2017

15 Buku untuk Pemula

Sebagai seorang kutu buku, sering nggak sih, mendapat pertanyaan ‘Kenapa, sih, suka banget membaca?’ dari teman-teman yang nggak terlalu suka membaca buku?

Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu. Dan saya nggak akan pernah menjelaskan kepada penanya mengenai kegemaran saya ini. Seringnya, saya hanya menjawab bahwa membaca sudah kebiasaan dari kecil, dan nggak bisa dihilangkan, daripada saya harus menjelaskan kepada mereka apa sesungguhnya kesenangan yang saya dapatkan dari membaca. Penjelasannya pasti panjang, kalau saya yang memberikan, dan itu pasti akan memakan waktu baik bagi saya maupun bagi penanya. Jadi, kecuali yang memberi pertanyaan tersebut sama-sama pecinta buku seperti saya, saya nggak akan memberi penjelasan yang benar mengenai kegemaran saya. Lagipula, saya rasa percuma juga saya menjelaskan kepada teman-teman semacam itu, mereka tetap nggak akan dapat di mana letak kesenangannya dalam membaca.

Pertanyaan kedua yang sering saya dapatkan dari teman-teman saya yang nggak terlalu suka membaca adalah, ‘Buku apa, sih, yang bagus?’.

DSC_0067-blog

Nah, pertanyaan macam ini, juga sama membingungkannya untuk dijawab, menurut saya. Bagus tentu subjektif sifatnya, kalau saya merekomendasikan sebuah buku yang menurut saya bagus, tapi saat mereka membaca ternyata mereka nggak suka, kan ya fail juga. Dan yang sering membuat saya bingung, buku yang bagus itu banyak sekali jumlahnya, temanku. Mau merekomendasikan buku ini, dianggap bukunya terlalu berat. Merekomendasikan buku itu, bahasanya nggak cocok. Merekomendasikan buku lain, dianggap terlalu menye-menye. Bingung, deh.

Beberapa untungnya menyertakan kriteria buku yang ingin mereka coba untuk dibaca? Rata-rata kriterianya sama, sih, ‘Yang nggak berat-berat amat.’, dan mereka juga menolak rekomendasi buku fantasi dan young-adult, mereka ingin buku yang serius tapi nggak menye-menye. It’s like, mereka jarang banget baca buku dan mereka pengen mencoba membaca buku yang ‘serius’ tapi bahasanya nggak terlalu berat dan mudah dimengerti oleh paling tidak sama teman-teman yang nggak terlalu suka baca buku

Oke, jadi, saya membuat daftar buku-buku yang bisa dibaca oleh teman-teman saya yang nggak terlalu suka membaca. Buku-buku ini, tentu saja, dipilih berdasarkan buku-buku yang sudah saya baca. Jadi, mari kita mulai.

1.    Wonder – R.J. Palacio

DSC_0051

Cerita mengenai seorang anak yang cacat sejak lahir yang akhirnya pergi ke sekolah untuk publik. Ia harus menghadapi anggapan orang-orang mengenai dirinya. Dituturkan melalui berbagai macam sudut pandang, cerita mengenai Augustus Waters, anak dengan kelainan pada wajah, benar-benar membuat orang-orang tersentuh termasuk orang dewasa.

2.    A Kite Runner-Khaled Hosseini

DSC_0054

Berlatar tempat di Afghanistan, kisah Amir dan Hassan yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sangat jauh berbeda ini penuh dengan cerita-cerita yang emosional. Mengharukan, tentu.

3.    A Thousand Splendid Suns-Khaled Hosseini

DSC_0045

Satu lagi karya penulis yang juga menyentuh. Lagi-lagi berlatar tempat di Afghanistan, tokoh utama dalam buku ini memiliki kehidupan yang menyedihkan sejak lahir. Melalui buku ini, kita diberikan kisah lain mengenai keberanian dan kejujuran.

4.    Dunia Anna-Jostein Gaarder

23433546

Penulis terkenal dengan novel-novel filsafatnya. Penulis membuat versi lain dari bacaan filsafat yang lebih dimengerti orang awam. Buku ini menyinggung masalah lingkungan dan makhluk hidup yang membuat manusia tersadar mengenai keberadaan dan pentingnya peranan makhluk hidup lain dan membuat kita lebih menyadari fenomena alam yang sangat memengaruhi keberlangsungan hidup di bumi.

5.    Animal Farm-George Orwell

DSC_0036

Buku klasik! Dan politik! Tapi, tenang, sangat, sangat nggak berat! Tokoh utamanya adalah para babi, jadi mungkin teman-teman bisa menganggap ini adalah fabel dan malah bisa dibaca untuk anak-anak juga, tapi cerita yang disinggung di sini sangat serius. Buku ini menceritakan kondisi suatu pemerintahan.

6.    Please Look After Mom – Kyung Sook Shin

DSC_0047

Bagaimana jika orang tuamu memutuskan untuk mengunjungimu yang sudah terpisaah cukup jauh dengan mereka, tapi saat kereta yang seharusnya mengantarkan mereka tiba hanya ada ayahmu, tanpa ibumu. Belum sempat kau menanyakan keberadaan ibumu, ayahmu dengan panik bercerita bahwa saat di kereta ia masih bersama ibumu. Ibumu menghilang, entah ke mana.

7.    Black Beauty – Anna Sewell

DSC_0032

Lagi-lagi fabel, yah. Alasan pertama saya memasukkan buku ini adalah karena banyaknya berita di mana manusia dengan sengaja menyakiti hewan, you see seperti paus-paus yang digiring ke tepi pantai untuk dibunuh, ataupun monyet-monyet dan anjing poodle yang dilatih dan disiksa supaya bisa bertingkah lucu demi menghasilkan uang, that’s terrible! Diceritakan melalui sudut pandang seekor kuda, buku ini menyadarkan pembaca bahwa hewan walaupun tidak bisa berpikir juga bisa merasa.

8.    Paper Towns – John Green

DSC_0024

Novel ini merupakan novel young-adult sebenarnya, tapi ceritanya juga nggak kalah serius dibandingkan novel-novel serius lainnya. Novel ini menceritakan betapa labilnya pemikiran dan perasaan anak-anak yang menginjak usia remaja dan mereka bisa melakukan apapun untuk mengatasi perasaan mereka, kalau mereka cukup berani mereka akan seperti Margo-Roth Spiegelman.

9.    Silence – Shusaku Endo

DSC_0058

Santernya berita-berita yang menyinggung masalah diskriminasi agama membuat saya memasukkan buku ini dalam daftar. Buku ini bercerita mengenai seorang pastor yang mencari gurunya di Nagasaki, Jepang, yang kabarnya telah murtad. Jepang pada masa itu sangat menolak ajaran-ajaran baru, sehingga penyebaran Kristen dianggap melanggar hukum. Pada akhirnya buku ini membuat kita—siapa saja apapun agamanya—mengenai keimanan kita.

10. The Book Thief – Markus Zusak

DSC_0042

Saya penggemar berat cerita yang berlatar belakang Perang Dunia Kedua, apalagi yang menyinggung tentang Nazi. Buku ini juga menceritakan mengenai persahabatan seorang gadis dengan laki-laki yang paling diburu oleh Nazi. Gadis tersebut, bukannya menyerahkan laki-laki itu, malah membantu orang tuanya menyembunyikan si laki-laki.

11. Life of Pi – Yann Martell

DSC_0019

Satu lagi cerita mengenai seorang bocah yang bertahan hidup. Karena sebuah keadaan, ia dan keluarga terpaksa bermigrasi. Saat menyebrangi samudera, ia mengalami dan menyaksikan banyak hal terutama kehilangan semua anggota keluarganya.

12. The Five People You Meet in Heaven – Mitch Albom

DSC_0028

Ini buku yang unik, karena selama saya membaca saya belum pernah membaca cerita yang latarnya di alam baka. Buku yang menceritakan kisah seorang mekanik bianglala yang meninggal dan bertemu dengan lima orang di alam baka. Lima orang tersebut sadar atau tidak memiliki kaitan yang erat dengannya, entah itu hubungannya baik atau tidak.

13. The Boy in Striped Pyjamas – John Boyne

DSC_0040

Lagi-lagi kisah yang berlatar Perang Dunia Kedua dan Kamp Konsentrasi Nazi. Dan lagi-lagi kisah mengenai persahabatan antara warga Jerman dengan kaum Yahudi yang diburu oleh Nazi. Tokohnya adalah anak-anak yang sebenarnya menyadarkan kita bahwa hubungan antar manusia itu nggak pernah memandang ras.

14. Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi

DSC_0022

Cerita mengenai gadis cilik yang nakal yang bolak-balik pindah sekolah karena ulahnya. Totto-Chan akhirnya menemukan sekolah yang cocok dengan karakternya. Sekolah ini seperti lebih mementingkan urusan mengembangkan kreativitas anak-anak. Jadi, sekolah baru Totto-Chan membuat kegiatan belajar yang menyenangkan.

15. My Sister’s Keeper – Jody Picoult

204009733_40201140086

Kisah tentang seorang anak yang memang sengaja dilahirkan untuk suatu alasan ini bisa jadi bacaan yang cocok buat orang tua atau teman-teman saya yang udah siap banget buat berkeluarga. Buku ini semacam menyadarkan kita untuk berlaku adil sebagai orang tua.

Buku yang dipilih merupakan buku yang tidak berat banget tapi tetap bisa memberikan pelajaran moral yang ngena banget buat pembacanya. Nggak ada buku-buku fantasi dan saya berusaha sesedikit mungkin memberikan buku ber-genre young-adult, karena rata-rata teman saya meminta buku yang ‘agak serius’. Semoga daftar ini bermanfaat dan membuat teman-teman mencintai buku dan kegiatan membaca.

2 comments:

  1. Paling suka no 2 dan no 7. Paling penasaran pengen dibaca no 10 dan 13. Sepertinya menarik, apalagi keduanya udah dijadikan film.
    Btw, salam kenal sesama blogger buku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal. Kalo suka sama cerita yg settingnya sekitar Perang Dunia kedua, The Book Thief sama The Boy in the Stripped Pyjamas emang kudu dibaca. Karena emang seru banget dan mengharukan ��

      Delete