Wednesday, 4 March 2015

Vampire Academy: Spirit Bound-Richelle Mead

Rosaline Hathaway akhirnya kembali ke Akademi St. Vladimir setelah petualangannya mencari—dan berusaha membunuh—kekasihnya yang berubah menjadi Strigoi, Dimitri Belikov. Rose kembali untuk menyelesaikan pendidikannya sebagai Dhampir penjaga. Tetapi kembali ke akademi dengan penjagaan yang super ketat tidak serta merta membuat hidup Rose bebas dari ancaman, setiap minggu ia menerima surat dari Dimitri yang ia kira telah ia bunuh dengan tikaman di jantung. Ditambah dengan kegundahan Rose tentang penugasannya menjadi penjaga bagi salah satu keluarga Moroi, ia hanya berharap bisa menjaga sahabat sekaligus keturunan terakhir dari keluarga Dragomir, Vasilissa Dragomir, tetapi itu semua tergantung keputusan yang diberikan oleh pengadilan Moroi. Rose yang akhirnya berkencan dengan Adrian Ivashkov, yang merupakan keponakan sang ratu Moroi, juga harus menghadapi cibiran dari sana-sini terutama dari keluarga Adrian sendiri. Dengan banyaknya hal yang membuatnya frustrasi, Rose malah bermasalah dengan Tatiana Ivashkov, sang Ratu Moroi.

81071608cover Vampire Academy: Spirit Bound (sumber: galleryhip.com)

Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan membaca versi Bahasa Inggris dari serial Vampire Academy setelah digantungkan oleh penerbit tentang apakah seri kelima dari serial Vampire Academy bakalan diterjemahkan atau nggak, yang setelah saya korek-korek ternyata penerbit itu sudah ‘tidak hidup’ lagi. Saya sebenarnya paling ogah, sih, kalau baca novel yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia, saya takut aja kalau saya akan menemukan suatu kata—atau bahkan kalimat—yang nggak saya mengerti dan malah bikin saya nggak paham sama cerita. Berhubung ini novel baru dan bukan novel klasik yang ditulis pada tahun awal 1900-an atau lebih tua dari itu, jadi saya ngerti banget jalan ceritanya, karena menurut saya Bahasa Inggris yang digunakan sekarang lebih mudah daripada Bahasa Inggris yang digunakan pas jamannya Shakespeare. Jadi, buat pembaca yang masih menunggu terjemahan dari seri kelima Vampire Academy, saya sarankan untuk langsung beli bukunya yang pake bahasa aslinya aja.

Oke, kita bahas ceritanya.

Konflik yang ada di buku ini saya rasa lebih bermacam-macam dari seri-seri sebelumnya, ada banyak banget masalah yang ditimbulkan dan dibebankan kepada Rose. Konfliknya sebenarnya berat banget, sih (kalau saya memposisikan diri saya menjadi Rose), tapi pembaca nggak akan dibuat bingung, kok. Pembaca tetap bisa fokus—dan ingat—dengan semua konflik dan masalah yang dirasakan oleh Rose. Walaupun sebenarnya, saya agak kecewa dengan penyelesaian konflik tersebut yang nggak semuanya dituntaskan. Beberapa konflik terkesan dibiarkan berlalu begitu saja, sehingga nggak ada penyelesaian atau kesimpulan untuk konflik tersebut. Jadi pembaca harus membeli seri selanjutnya atau mungkin harus semakin bertanya-tanya mengenai kesimpulan konflik tersebut—in case kalo di seri berikutnya juga nggak ada kesimpulannya.

Jadi ada hal yang paling mengganggu saya ketika membaca serial ini—atau mungkin juga serial-serial sebelumnya, yaitu mengenai Rose yang jatuh cinta mati-matian kepada Dimitri Belikov. Kalau saya harus menggunakan kata ‘lebay’, saya akan menggunakannya untuk mendeskripsikan rasa cinta Rose pada Dimitri, kalau tidak mau dibilang—well, I’m so sorry—bodoh. Kenapa, sih, kamu nggak benar-benar move on dan melupakan mantanmu—yang sekarang menjadi penjahat—sementara kamu sudah memiliki seseorang yang kece dan berandalan yang akan berlaku baik ke kamu. Oh my God, that’s the most stupid thing Rose has ever done! Dan, kesimpulan saya adalah semua masalah yang ada di buku ini sumbernya ya dari Rose yang masih nggak bisa melepaskan Dimitri. Saya hanya bisa menyumpahi Rose karena ia bisa begitu lebay mencintai seseorang. Padahal Rose sudah memiliki Adrian Ivashkov, haduuuh seandainya Adrian Ivashkov pacar saya, lupa deh saya sama mantan-mantan saya. Kasihan sekali Adrian. By the way, saya terus memikirkan Dimitri sebagai sosok yang seperti Agung Hercules.

Penulis harus membuat sebuah cerita tentang Adrian Ivashkov! Harus!

No comments:

Post a Comment