Friday, 27 February 2015

The Undomestic Goddess-Sophie Kinsella

Banner_BacaBareng2015-300x187

Meet Samantha Sweeting. Wanita berusia 29 tahun, lulusan terbaik dari Fakultas Hukum Universitas Cambridge, ber-IQ 158, dan merupakan pengacara berbakat yang dimiliki oleh biro hukum terbaik di London, Carter Spink, dan Sam dinominasikan sebagai pengacara senior di bironya. Jika ia berhasil mendapatkan posisi tersebut, ia akan menjadi wanita termuda yang meraih posisi tersebut. Dan Sam tentu akan memberikan usahanya yang terbaik agar mendapatkan prestasi itu, ia rela memberikan semuanya termasuk waktunya untuk bersantai-santai dan menikmati harinya untuk dirinya sendiri, ia bahkan tak sempat membersihkan apartemennya atau meja kerjanya. Hingga akhirnya ia mendapatkannya, semua usahanya terbayar, Sam mendapatkan posisi yang ia inginkan dan berhasil menjadi pengacara senior. Sam tak mungkin menjadi pengacara yang profesional jika meja kerjanya berantakan, mana ada yang akan meliriknya? Siapa yang akan percaya padanya jika meja kerjanya berantakan? Akhirnya Sam membereskan mejanya dan menemukan sebuah memo, sebuah memo yang memintanya untuk mendaftarkan sebuah bank ke lembaga peminjaman modal sebelum... oops, lima minggu yang lalu. Seharusnya Sam mendaftarkan bank tersebut paling tidak lima minggu yang lalu, sekarang sudah lima minggu berlalu dan ia bisa saja membuat suatu lembaga bangkrut! Sebuah kesalahan fatal yang tidak mungkin dilakukan oleh pengacara secemerlang Sam. Panik, Sam pun keluar dari kantornya, naik ke kereta manapun yang tujuannya sama sekali tidak ia ketahui. Kereta yang akhirnya mengajari Samantha Sweeting, pengacara senior termuda, lulusan terbaik Fakultas Hukum Cambridge, wanita 29 tahun dengan IQ 158, cara menikmati hidup. Kereta yang membawanya ke sebuah tempat yang mengajarkan hal sederhana, sesederhana menikmati hari atau menyalakan sebuah oven.

DSC_0016

Garis besar dari buku ini sangat sederhana, saking sederhana dan sepelenya hal ini seringkali kita lupakan saat kita sedang terfokus oleh satu pekerjaan atau impian kita: bersantai. Sam dan pekerjaannya dan usahanya yang ia berikan dalam mengejar impiannya mengajarkan pembaca bahwa hidup ini sangat singkat untuk terlalu terfokus hanya pada pekerjaan, santailah sebentar nikmatilah satu hari saja untuk membuat dirimu bahagia. Ada pesan yang sangat mudah tetapi sangat dalam, sangat sepele tetapi juga sangat penting dari buku yang dikemas dengan sangat menyenangkan dan humoris ini, bahwa bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi itu penting banget, sangat penting, demi kesenangan diri sendiri, demi kesuksesan Anda sendiri, demi apapun, tetapi Anda pun nggak ngerti juga kan apa saja sih yang Anda lewatkan ketika terfokus pada pekerjaan Anda, apa saja sih yang HARUSNYA Anda lakukan di samping mengejar mimpi Anda itu. Menikmati hidup. Dan bersantai sejenak. Lihat Samantha yang selalu memberikan 100% dirinya untuk karirnya, ia melewatkan banyak hal penting, ia tidak bisa memasak, menjahit kancing baju sendiri, menyalakan oven pun ia tak mampu. Konyol sekali, bukan? Lebih fatal daripada itu, ia melupakan sebuah hal terpenting yang tertulis di sebuah memo kecil, hal yang dapat dilakukannya hanya dengan mengangkat telepon dan melakukan pembicaraan paling lama 30 menit tapi dapat mempertaruhkan karirnya.

Sebenarnya kalau disandingkan dengan novel berjenis chicklit lainnya, novel ini alur, latar, dan set nya sama saja dengan kawanannya itu. Wanita usia sekitar 30-an, karirnya mantap, bertemu dengan seorang pria yang baru, lalu jatuh cinta dengan pria itu. Walaupun dari alur, latar, dan set novel chicklit tersebut bisa dikatakan monoton, saya rasa ada hal yang unik dari buku ini. Mungkin dari tema ceritanya. Kebayang nggak sih ada pengacara senior termuda yang karirnya cemerlang terus banting setir jadi pembantu? Saya sampai ikutan tegang loh ngikutin ceritanya Sam, setegang saat kita nonton film konyol pas salah satu tokohnya—yang paling konyol—hendak melakukan sesuatu yang akan berakhir pada sesuatu yang memalukan bagi si tokoh, rasanya kita terus berteriak “Oh, no don’t do that! No!” ke tokoh itu untuk membatalkan aksinya. Unik, sangat unik. Monoton tapi berbeda.

Bukunya lumayan menggambarkan suasana di sebuah biro hukum. Karir sebagai pengacara yang membutuhkan daya dan fokus yang total, kehidupan pengacara yang cukup menyita waktu dan menguras tenaga, dan lingkungannya yang sangat kejam. Buku ini menceritakan bagaimana kau akan kalah ketika kehilangan satu persen saja fokus terhadap kasusmu, atau betapa hal sepele seperti memo kecil yang terlupakan dapat menjadi pertaruhan karirmu, atau betapa banyaknya orang-orang yang akan iri ketika kau dengan cepat meraih kesuksesan, dan betapa keras dan besar usaha mereka dalam menjatuhkanmu mungkin lebih besar daripada usahamu dalam membangun karir. Dunia pengacara itu kejam, Bro, mending jadi pembantu. Hahahaha.

Oke, jadi selama saya membaca buku ini, saya bertanya-tanya kenapa buku ini nggak dijadikan film aja, kan kalau difilmkan bisa saja jadi sebuah film drama yang menarik (contohnya sudah ada, nih: The Confession of a Shopaholic). Sebenarnya saya juga sudah membayangkan, sih, siapa yang cocok memerankan Samantha Sweeting ini, saya berpikir mungkin Anne Hathaway cocok banget kalau dapat peran sebagai Sam. Melihat dari aktingnya di film ‘The Princess Diaries’ dan ‘The Devil Wears Prada’ yang konyol dan penuh cengiran, Anne Hathaway pasti bisa bikin saya lebih tegang karena melihat tingkah Samantha.

Anne Hathaway in The Princess DiariesAnna Hathaway in The Princess Diaries (source: http://assets-s3.usmagazine.com)

The-Devil-Wears-Prada-Theme-Song-8Anna Hathaway in The Devil Wears Prada (source: http://www.themoviethemesong.com/)

Cari buku ini, people. Sudah termasuk jarang beredar di toko buku sih, sebenarnya, tapi rugi banget deh kalau sampai melewatkan buku Sophie Kinsella yang satu ini. Baca dan nikmatilah. You have my words you won’t be bored to read the story.

4 comments:

  1. aku sukaaa buku ini, salah satu sophie kinsella favoritku.. selain pengacara, profesi asisten rumah tangga juga diulas dengan kocak ya di sini... jadi pengen baca ulang deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukunya Sophie Kinsella yang udah kubaca baru ini sama Remember Me, pengen baca Sophie Kinsella lagi tapi selalu urung gara-gara ada buku yang lebih pingin dibeli. zzzz

      Delete
  2. Aku jarang baca buku2 Kinsella, tapi seneng baca terjemahannya ... unik hahaha #apalah

    ReplyDelete
    Replies
    1. baca buku ini deh, Mas. Koplak banget, sumpah. hahaha

      Delete