Friday, 7 November 2014

Wizards (Kumpulan Cerpen)

Bod mendengar bahwa di sebuah pemakaman di ujung jalan ada penyihir wanita yang dikubur di situ. Orang-orang berkata bahwa pemakaman itu adalah tanah terlarang, dan akan lebih baik jika kita tidak mengunjungi si penyihir. Bod yang penasaran, dengan nekat pergi ke pemakaman sang penyihir. Tujuan Bod tercapai, ia bertemu dengan si penyihir, tetapi makamnya tidak ditemukan karena orang-orang tidak memberinya batu nisan untuk menandai kuburannya. Bod pun ingin memberi nisan untuk kuburan si penyihir, tapi Bod tidak memiliki cukup uang, ia pun terpaksa mencuri perhiasan berharga milik sebuah keluarga penyihir yang berada di musoleum, dan hendak menjualnya. Tapi ia bukannya mendapatkan uang, perhiasan itu terlalu berharga sehingga ia malah diculik dan disekap.

Kalau berbicara tentang cerita fiksi dan fantasi, tentulah kita akan teringat oleh satu tokoh yang rasanya erat sekali dengan dunia fantasi, apalagi dengan dunia yang berbau ajaib, yaitu penyihir. Buku ini berisi kumpulan cerpen dari penulis-penulis yang karyanya sudah banyak sekali, yang tentu saja juga sudah banyak dihujani oleh penghargaan atas karya-karyanya, dan semuanya bercerita tentang penyihir. Dibuka oleh kisah penyihir yang ditulis oleh penulis yang ahli di bidang genre fantasi, Neil Gaiman, kisahnya berlangsung sangat lucu dan menarik meskipun agak terlalu kekanakan, karena tokoh utamanya adalah seorang bocah laki-laki, dan target yang sesuai untuk cerita ini pun emang sepertinya untuk bocah, tetapi justru itulah daya tarik dari cerpen ini. Sangat berbau penyihir dan ringan.

DSC_0064

Meskipun begitu, cerita pembuka yang apik ternyata bukan jaminan bahwa cerita lainnya pun akan berlangsung dengan sangat menarik dan dapat dinikmati. Beberapa cerita kesannya sangat membingungkan dan membosankan, entah karena ini cerpen dan penulis tidak segera menceritakannya langsung ke inti cerita atau karena ini cerpen sehingga latar belakang yang diberikan tidak terlalu dalam. Ya, banyak cerita yang tidak memberikan latar belakang atau asal muasal tokoh/keadaan/situasi yang digunakan dalam dongengnya, sehingga bukannya menikmati saya malah kebingungan dan seringnya bertanya-tanya tentang bagaimana si tokoh ini bisa jadi gini, atau kenapa keadaannya bisa tiba-tiba jadi seperti ini, dan sebagainya. Mungkin juga sih karena ini cerpen, dan jika penulis harus menceritakan dulu latar belakang dan asal muasalnya, ceritanya malah jadi novel dan bukan cerpen lagi, tapi beberapa penulis cukup cerdik dalam menceritakan bagian pendahuluan dari dongengnya sehingga pembaca pun bisa menikmati cerpennya secara utuh.

Saya lupa mengapa dulu saya ingin sekali membeli buku ini, saya berekspektasi bahwa saya akan mendapatkan cerita-cerita yang magis, lucu, mungkin cerita mengerikan yang berhubungan dengan penyihir. Well, sepertinya sih ekspektasi saya melenceng jauh dari kenyataannya.

No comments:

Post a Comment